Sabtu, 18 Juni 2016

BAB 5 : Kesimpulan

5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan dari penulisan laporan dan proses pelaksanaan KKL mampu menambah wawasan dan pengetahuan intelektual mengenai kondisi real objek-objek KKL di Bali yang tidak dapat diperoleh dari perkuliahan. Dengan begitu diharapkan agar kami dapat memperoleh ilmu pengetahun yang mendalam mengenai arsitektur di Bali.
            Dalam proses kegiatan KKL(Kuliah Kerja Lapangan) ini, kami banyak sekali mendapatkan informasi, wawasan dan ilmu kemajuan zaman yang sudah berkembang di Indonesia khususnya di pulau Bali. Seperti dalam pembangunan infrastruktur serta bangunan-bangunan tinggi yang dapat dijadikan inspirasi dan pembelajaran untuk kami. Sehingga kedepannya kami dapat merancang bangunan dengan lebih baik lagi.
            Dalam bab ini kami dapat menyimplkan apa yang telah dipelajari dan dilaksanakan selama KKL ( Kuliah Kerja Lapangan) dari awal hingga akhir kegiatan yaitu sebagai berikut :



Ø  Desa Penglipuran
Dari hasil
pengamatan,  dapat disimpulkan bahwa :
·         Desa adat Penglipuran masih mempertahankan pola tata ruang aslinya sehingga terlihat keteraturan dalam tatanan ruang yang ada. Hal ini tidak lain karena usaha dari warga desa Adat Penglipuran yang mejunjung tinggi adat istiadat setempat.
·         Masyarakat desa penglipuran menerima dengan baik terhadap budaya-budaya asing yang masuk dan berkembang di pulau Bali namun tetap berpegang teguh akan budaya Bali itu sendiri.
·         Masyarakat desa Penglipuran sangat ramah dan terbuka terhadap wisatawan  lokal dan wisatawan asing.

Ø  Pure Besakih
Dari hasil kunjungan,  dapat disimpulkan bahwa :
            Pura besakih didirikan oleh rsi markandeya. Rsi markandeya berasal dari india dan datnag ke Indonesia untuk menyebarkan agama hindu.akhiranya setelah sampai di bali beliau merabas hutan dan mendirikan pura besakih didalam pura besakih terbagi lagi menjadi beberapa pura seperti pura dalam puri,puri manic mas dan lain lain. Bila melakukan persembahyangan di pura besakih sebaik nya dimulai dari pura manik mas.


Ø  Green School
Dari hasil pengamatan,  dapat disimpulkan bahwa :
·         Konsep dari green school adalah menyatu dengan alam. Pemanfaatan bambu sebagai material bangunan adalah bukti dari keseriusan tim desain dalam mengembangkan konsep tersebut.
·         Green school memiliki akses yang cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki dari tempat parkiran bus. Jalan yang disediakan hanya dilapisi oleh pecahan bebatuan.
·         Green School berupaya seminim mungkin menggunakan energi berbasis bahan bakar minyak. Sebagai pembangkit listrik sekolah ini menggunakan turbin air namun karena menggunakan bambu sebagai pemutarnya, sering terjadi masalah yaitu dengan patahnya bambu.

Ø  Hotel 101 Legian
Dari hasil kunjungan,  dapat disimpulkan bahwa :
Hotel 101 Legian mengusung konsep minimalis modern. Bangunan ini merupakan hasil dari restorasi bangunan mall tua dan bank. Interior dalam hotel ini juga memiliki tema minimalis modern. Terlihat simple namun tetap terkesan elegan. Hotel ini juga memilik spot unik dengan adanya kolam renang di lantai 3. Meskipun Hotel 101 ini hanya memiliki 5 lantai, hotel ini adalah salah satu detinasi hotel favorite para turis.

Ø  Green Village
Dari hasil pengamatan,  dapat disimpulkan bahwa :
            Green Village dapat menjadi pilihan sebagai tempat tinggal yang unik. Arstitektur bambu yang kokoh, serta pemilihan tapak mengahadap sungai adalah suatu keputusan yang baik. Green Village juga memiliki desain yang modern meskipun bahan materialnya dari bambu. Bambu yang digunakan sebelumnya dilakukan treatment khusus agar tidak mudah lapuk.

Ø  Klapa Resort
Dari hasil pengamatan,  dapat disimpulkan bahwa :
·         Klapa Resort memiliki parkiran dan akses jalan yang cukup luas, namun tidak diimbangi vegetasi yang baik di area depan.
·         Klapa Resort memiliki jalur sirkulasi manusia yang baik dalam ruangan.

Ø  Garuda Wisnu Kencana
·         Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. 
·         GWK adalah maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter. GWK mempunyai eksotika yang tidak dijumpai di tempat lain.
·         Eksotika GWK terletak di bentuk bangunan dan keindahan lingkungan yang menakjubkan, bahkan apabila pembangunannya selesai, monumen ini bisa mengalahkan ketinggian dari monumen buatan Amerika, yaitu Liberty. Eksotika GWK terletak pada bangunannya yang merupakan perwujudan modern dari tradisi kuno, merupakan lokasi kunjungan spiritual, tempat melaksanakan berbagai kesempatan, bahkan dapat juga digunakan sebagai tempat santap malam di bawah naungan bintang. Oleh karena itu, GWK merupakan salah satu aset budaya yang wajib dilestarikan dan dijaga.

Ø  Museum Agung Rai
·         Keberadaan fisik bangunan yang ada di Museum Agung Rai of Art – ARMA tidak sekedar tempat museum biasa, namun didalamnya memiliki keterkaitan latar belakang dengan makna dari lukisan-lukisan yang ada di dalamnya.
·         Agung Rai Museum of Art – ARMA dibangun diatas prinsip yang menggambarkan filosofi pendirinya, Agung Rai yaitu kecintaan yang intens pada seni, pemeliharaan karya seni dan berbagi keindahannya dengan masyarakat luas.
·         Museum Agung Rai telah memiliki vegetasi yang sangat baik.


5.2 Saran
Ø  Desa Penglipuran
·         Desa Penglipuran sebaiknya menggunakan sistem listrik under-ground system agar lingkungan di desa tersebut lebih terlihat asri dan tidak terganggu oleh tiang-tiang listrik yang menjulang tinggi.
·         Sebaiknya balai kesehatan bisa dikelola kembali oleh warga agar dapat dipergunakan untuk para wisatawan yang ada. Agar dapat dijadikan suatu unit kesehatan disana.
·         Diharapkan semua desa adat yang berada di Bali tetap menjaga keaslian sesuai dengan konsep yang ada, tidak terpengaruh harus globalisasi.

Ø  Pura Besakih
·         Perlu disediakannya tempat duduk umum pada sepanjang jalur pendakian ke pura utama di Pure Besakih.
·         Perlu dilakukan pembersihan terhadap beberapa anak tangga di Pure sehingga terbebas dari lumut, dan tidak licin saat hujan.

Ø  Green School Bali
·         Untuk pengunjung sebaiknya sediakan jalur / akses yang nyaman seperti paving untuk lapisan permukaanya dan bukan pecahan bebatuan.
·         Perlu disediakan pula shellter-shellter untuk para turis yang berjalan kaki. Dan juga perlu disediakan petunjuk arah.
·         Untuk turbin air sebaiknya menggunakan material yang lebih kokoh sehingga rencana energi alternatif bisa tercapai.

Ø  Hotel 101 Legian
Secara keseluruhan Hotel 101 Legian telah terdesain dengan baik. Jalur sirkulasi serta fasilitas yang ditawarkan dengan memadai. Pihak pengelola Hotel 101 Legian harus tetap segala infrastruktur yang ada sehingga dapat bertahan lama.

Ø  Green Village
Green Village adalah salah satu contoh perkembangan arsitektur dunia. Diharapkan kita dapat mengembangkan ide-ide lain seperti ini agar dapat terus mengembangkan dunia desain khususnya dalam bidang Green Architecture.
Ø  Klapa Resort
·         Sebaiknya sediakan shellter untuk para pengunjung yang memarkirkan mobilnya. Serta shelter pada kawasan pantai.
·         Sebaiknya disediakan jalur / jalan pejalan kaki pada area depan bangunan menuju ke dalam gedung.
·         Vegetasi perlu ditambahkan di depan area bangunan berupa pepohonan rindang.

Ø  GWK (Garuda Wisnu Kencana)
·         GWK merupakan salah satu bukti kekayaan budaya di tanah air kita Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mencintai, menjaga, dan melestarikan GWK. 
·         Selain itu, pemerintah dan masyarakat hendaknya mendukung pembangunan GWK yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Jika pembangunan GWK mampu terselesaikan, tentunya kita sebagai masyarakat Indonesia akan ikut bangga.
·         Perlu disediakannya petunjuk arah yang memadai setiap area karena kawasan begitu luas

Ø  Museum Agung Rai
·         Perlunya perbaikan pada kolam-kolam air mancur yang ada sehingga estetika dari museum dapat lebih terlihat.
·         Perlu disediakannya tempat sampah disekitar gedung agar pengunjung tidak membuang sampah sembarang serta ikut menjaga kelestarian kawasan museum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar